#Rendang berasal dari #SumateraBarat, dan secara #tradisional daging yang digunakan adalah #daging #kerbau. Pada awalnya, #rendang dibungkus dalam #daun #pisang untuk dikonsumsi dalam perjalanan panjang. Hidangan ini biasanya disajikan saat Hari Raya dan pada pernikahan Melayu.
Rendang berasal dari kata "merandang" yang berarti memasak santan perlahan hingga kering. Sejarah rendang dari kedatangan orang Saudi dan India di pantai barat Sumatera. Pada abad ke-14, banyak orang India yang tinggal di daerah Minang, serta bumbu dan rempah diperkenalkan kepada masyarakat Minang.
Hidangan ini terinspirasi dari kari India. Berbeda dengan rendang, kari India menambahkan daun kari saat proses pembuatannya. Pada tahun 1883, Isabella Bird di The Golden Chersonese mencatat bahwa, kari tidak dibuat dengan bubuk kari melainkan dari kacang yang dibuat menjadi pasta dan ditambah rempah segar.
Pada abad ke-19, Vaughan mengamati bahwa orang Melayu memasak kari dengan tambahan kunyit, bawang, bawang putih, cabai, dan ketumbar yang ditumbuk dengan asam. Campuran ini digoreng dalam minyak, lalu ditambah daging.
Pada abad ke-19, rendang sering dikatakan kari Melayu. Cerita kari ikan dimasak oleh orang Melayu muncul pada awal tahun 1775. Hidangan tersebut dibuat dengan cara merebus ikan dengan campuran cabe, kelapa parut dan santan. Jeruk limau dan jeruk purut ditambahkan saat akhir proses memasak.
#Rendang mengandung filosofi seperti daging adalah simbol dari "Ninik Mamak" yang merupakan pemimpin suku tradisional di #SumateraBarat, kelapa untuk santan merupakan simbol intelektual, cabai merupakan simbol dari para ulama, pedas, dan tegas dalam mengajar agama, serta rempah yang digunakan melambangkan seluruh masyarakat #Minang.
Saat ini, rendang tidak hanya dibuat dari daging, namun juga bisa dibuat dari #nangka, #jengkol, #telur, kentang, ayam, bebek, hati, dan paru. #rendang sangat cocok jika disantap bersama nasi hangat, lontong, lemang, atau ketupat.
(SCI/ dari berbagai sumber/sajiansedap.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar